Assalamu'alaikum...Selamat Datang di Blog pribadi saya...Take your Coment Bro.........Energi disipasi dapat berarti energi yang hilang dari suatu sistem. Hilang dalam arti berubah menjadi energi lain yang tidak menjadi tujuan suatu sistem. Timbulnya energi disipasi secara alamiah nggak dapat dihindari 100%. Contohnya 1) Energi panas yang timbul akibat gesekan. Dalam hal ini timbulnya gesekan dianggap merugikan. Rumusnya ya W = f.s di mana f adalah gaya gesekan dan s adalah perpindahan benda. 2) Energi listrik yang terbuang akibat adanya hambatan pada kawat penghantar. Rumusnya ya W = I^2 R.t (I kuadrat kali R kali t) di mana I adalah kuat arus listrik, R hambatan listrik dan t adalah waktu. 3) Energi panas pada trafo. trafo itu dikehendaki untuk mengubah tegangan. Namun pada kenyataan timbul panas pada trafo. Panas ini dapat dianggap energi disipasi. dan masih banyak lagi. Daya berarti energi tiap satuan waktu....

21/09/11

Kunci Otomatis menggunakan AVR ATMEGA16

Ini postingan pertama saya dalam hal mikrokontroller seri ATMEGA16. Saya anggap yang sedang membaca artikel saya ini telah mengerti tentang mikrokontroler khususnya ATMEGA. Disini saya menggunakan compiler CVAVR Codevison dengan simulasi proteus. Program ini saya ambil dari elektro-kontrol.blogspot.com tapi dengan menggunakan keypad 3x4...(kalo di web aslinya pakai keypad 4x4). Jadi saya cuma modif sedikit saja.


berikut penjelasan dari elektro-kontrol.blogspot.com

Mungkin teman-teman semua sudah tahu tentang aplikasi yang bernama pengunci pintu (door lock) berpassword, pada aplikasi ini sudah saya realisasikan pada hardware yang sesungguhnya dan berhasil.

Kesulitan utama dari aplikasi ini adalah ketika seorang user memasukkan password dengan menggunakan keypad, kita harus dapat menyimpan input yang berasal dari keypad kedalam satu variabel. Misalnya user menekan 6, lalu 2, lalu 0 dan 4 berarti passwornya adalah 6204 (misalkan). Nilai tersebut harus dijadikan dalam 1 variabel yang kemudian akan dibandingkan dengan password yang sebenarnya. Jika user memasukkan password dengan benar maka akan membuka kunci, jika salah maka kunci tidak akan terbuka.

Untuk mengatasi masalah tersebut saya menggunakan array untuk mendeteksi berapa kali penekanan keypad dan angka berapa yang akan ditekan. Baiklah disini saya akan menjelaskan algoritma yang saya buat. Jika user menekan 6, lalu 2 lalu 0 dan 4 maka seperti ini logikanya:

Awalnya saya deklarasikan array sebagai berikut:
array[10], i=0;

saat terjadi penekanan angka 6 maka;
i++ (saya increamentkan) jadi i=1
kemudian angka 6 saya simpan pada variabel array[i] jadi array[1]=6

kemudian saat terjadi penekanan angka 2, maka:
i++ (saya increamentkan lagi) jadi i=2
kemudian angka 2 saya simpan pada variabel array[i] jadi array[2]=2

kemudian saat terjadi penekanan angka 0, maka:
i++ (saya increamentkan lagi) jadi i=3
kemudian angka 0 saya simpan pada variabel array[i] jadi array[3]=0

kemudian saat terjadi penekanan angka 4, maka:
i++ (saya increamentkan lagi) jadi i=4
kemudian angka 4 saya simpan pada variabel array[i] jadi array[4]=4
maka didapat array[1]=6, array[2]=2, array[3]=0, array[4]=4

kalo sudah didapat seperti diatas maka kita tinggal kumpulkan dalam satu variabel (nama variabelnya misalkan nilai) caranya:

saat i bernilai 1, i=1 kita hitung dengan rumus:
nilai=array[1]  //jadi nilai=6

saat i bernilai 2, i=2 kita hitung dengan rumus:
nilai=(array[1]*10)+array[2]  //jadi nilai=62

saat i bernilai 3, i=3 kita hitung dengan rumus:
nilai=(array[1]*100)+(array[2]*10)+array[3]  //jadi nilai=620

saat i bernilai 4, i=4 kita hitung dengan rumus:
nilai=(array[1]*1000)+(array[2]*100)+(array[3]*10)+array[4]  //jadi nilai=6204
Sudah mengerti bukan, dari rumus-rumus diatas masih dapat disederhanakan, menjadi:

jika i=1
nilai=array[i]

jika i bernilai (i>=2 dan i<=8)
nilai=(nilai*10)+array[i]
Banyaknya penekanan tombol saya batasi sampai 8 kali. Sebenarnya saya ingin membuatnya sampai 10 kali tetapi saat saya coba tidak berjalan dengan lancar saat penekanan ke 9 kali. Saya tidak tahu kenapa? Jika teman-teman bisa memecahkannya tolong beri tahu saya!

Baiklah kembali lagi ke aplikasi yang akan kita buat. Langsung saja ke cara kerjanya, gambar rangkaiannya bisa anda lihat dibawah ini. Saat pertama kali alat ini saya nyalakan maka dalam keadaan tidak terkunci (unlock), untuk menguncinya (lock) anda harus menekan tombol = (lihat gambar keypad dibawah). Setelah terkunci, jika anda ingin membukanya kembali anda harus memasukkan passwordnya (jika sudah mengetikan password tekan tombol + untuk memasukkannya). Jika benar maka akan membuka kunci, tetapi jika salah kunci tidak akan terbuka. Ketika sudah terbuka maka cara kerjanya kembali lagi ke awal. Sedangkan tombol ON/C saya gunakan untuk menghapus password jika salah dalam pengetikannya. Untuk indikator kuncinya saya menggunakan sebuah LED, jika LED menyala maka dalam keadaan tidak terkunci dan jika mati dalam keadaan terkunci.



/*****************************************************
This program was produced by the
CodeWizardAVR V1.24.6 Professional
Automatic Program Generator
© Copyright 1998-2005 Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.
http://www.hpinfotech.com
e-mail:office@hpinfotech.com

Project : 
Version : 
Date    : 9/20/2011
Author  : F4CG                            
Company : F4CG                            
Comments: 


Chip type           : ATmega16
Program type        : Application
Clock frequency     : 12.000000 MHz
Memory model        : Small
External SRAM size  : 0
Data Stack size     : 256
*****************************************************/

#include <mega16.h>
#include <delay.h>
#include <stdlib.h>
#include <stdio.h>


// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
   .equ __lcd_port=0x15 ;PORTC
#endasm
#include <lcd.h>

// Declare your global variables here
float nilai=0,password=321;
char temp[12],array[10],i=0,index=0;

void lock()
{
while(index==0)
{
  lcd_gotoxy(0,0);
  lcd_putsf("please press #");
  lcd_gotoxy(0,1);
  lcd_putsf("to lock");
  
  PORTB=0b10111111;
  delay_ms(10);
  if(PINB.3==0)
  {
  index=1;
  PORTD.1=1;//terkunci
  lcd_clear();
  lcd_gotoxy(0,0);
  lcd_putsf("LOCKED");
  delay_ms(100);
  lcd_clear();
  
  }
}
 }

void enter()
{
if(nilai==password)
{                  
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Unlock");
delay_ms(100);
i=0; nilai=0;
PORTD.1=0;//kunci terbuka
index=0;
}       
else
{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Wrong Password");
i=0; nilai=0;
index=1;//masih terkunci
}
}                       

void simpan_dalam1variabel()
{
if(i==1)
{nilai=array[i];}
if(i>=2 && i<=11)
{nilai=(nilai*10)+array[i];}
}                           

void scanning_keypad()
{                              

lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("enter u'r pass:");

PORTB=0b11101111;
delay_ms(3);
if(PINB.0==0)
{i++;array[i]=1;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.1==0)
{i++;array[i]=4;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.2==0)
{i++;array[i]=7;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.3==0)
{enter();delay_ms(30);}

PORTB=0b11011111;
delay_ms(3);
if(PINB.0==0)
{i++;array[i]=2;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.1==0)
{i++;array[i]=5;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.2==0)
{i++;array[i]=8;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.3==0)
{i++;array[i]=0;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}

PORTB=0b10111111;
delay_ms(3);
if(PINB.0==0)
{i++;array[i]=3;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.1==0)
{i++;array[i]=6;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.2==0)
{i++;array[i]=9;simpan_dalam1variabel();delay_ms(30);}
if(PINB.3==0)
{delay_ms(30);}
}        
void tampil_lcd()
{
if(nilai>0)
{
ftoa(nilai,0,temp);
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_puts(temp);
}
}
void main(void)
{
// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization
// Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTA=0x00;
DDRA=0x00;

// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTB=0xFF;
DDRB=0xF0;

// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;

// Port D initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTD=0x00;
DDRD=0xff;

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
// Mode: Normal top=FFh
// OC0 output: Disconnected
TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 1 Stopped
// Mode: Normal top=FFFFh
// OC1A output: Discon.
// OC1B output: Discon.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer 1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0x00;
TCCR1B=0x00;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 2 Stopped
// Mode: Normal top=FFh
// OC2 output: Disconnected
ASSR=0x00;
TCCR2=0x00;
TCNT2=0x00;
OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization
// INT0: Off
// INT1: Off
// INT2: Off
MCUCR=0x00;
MCUCSR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x00;

// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;

// LCD module initialization
lcd_init(16);

while (1)
      {
      // Place your code here
      lock();
      scanning_keypad();
      tampil_lcd();
      };
}


Semoga bermanfaat
referensi : elektro-kontrol.blogspot.com

Milling Speed and Feed CALCULATOR